Tampilkan postingan dengan label bisnis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bisnis. Tampilkan semua postingan
Rabu, 18 Desember 2013
5 Langkah Mengubah Hobi Jadi Bisnis
Ada lima cara untuk perlahan mengubah hobi yang dijalani secara paruh waktu ini menjadi bisnis penuh waktu:
1. Tawarkan karya Anda secara gratis, atau sebagai sampel yang diberikan dengan diskon. Entah itu Anda menjual aksesori, pakaian yang Anda desain sendiri, makanan, atau layanan apapun, latihlah keahlian Anda ini, dan uji kemampuan Anda menjual pada teman-teman. Undang mereka ke rumah Anda untuk mencoba hidangan khas yang Anda kuasai, atau bawakan contoh aksesori yang Anda rangkai sendiri ke kantor. Kemudian, cobalah mendapatkan feedback dari mereka supaya Anda bisa memperbaiki diri dan menghasilkan karya yang lebih baik.
2. Curi ilmu dari ahlinya. Banyak sekali seminar atau workshopkewirausahaan yang diadakan oleh perusahaan atau produk tertentu. Hadiri seminar-seminar ini, karena Anda tidak akan sekadar mendapatkan teori, tetapi juga pengalaman dari mereka yang pernah jatuh-bangun saat mengembangkan bisnisnya. Anda juga bisa memulai langkah Anda dengan melamar sebagai part-timer di perusahaan pemilik bisnis tersebut, sehingga Anda bisa belajar banyak dari sana.
3. Bangun jejaring. Begitu Anda menyadari bahwa hobi Anda memiliki peluang untuk berkembang dan memiliki masa depan yang cukup menjanjikan, gunakan situs seperti LinkedIn.com atau jejaring sosial lain untuk menghimpun calon kolega, prospek, atau pelanggan Anda. Mintalah orang-orang yang berpengaruh untuk menjadi bagian dari jejaring Anda. Semakin besar komunitas Anda, semakin besar potensi Anda menjadi sukses.
4. Iklankan. Setelah menyempurnakan hobi Anda, dan kini Anda siap melangkah ke tahap selanjutnya, ciptakan website sederhana yang menjelaskan mengenai usaha Anda, lengkap dengan nama perusahaan yang baik, logo yang didesain dengan unik, dan sebarkan berita mengenai peluncuran produk atau layanan Anda ini melalui Twitter, Facebook, YouTube (jika ada hubungannya), jejaring sosial lain, dan tentunya e-mail.
5. Berikan perhatian penuh. Usaha yang semakin berkembang, tentu menuntut perhatian yang lebih besar dari Anda. Maka jika bisnis Anda sudah menghasilkan keuntungan, dan Anda yakin bisa membiayai hidup Anda dari usaha ini, pertimbangkan untuk mengundurkan diri dari pekerjaan kantoran Anda. Umumkan bahwa bisnis ini sekarang sudah menjadi pekerjaan penuh Anda yang baru. Selamat mencoba.
Sumber: http://female.kompas.com
Kamis, 12 Desember 2013
Usaha Bisnis Bubur Ayam
Mungkin usaha kuliner yang satu ini bisa menjadi salah satu opsi bagi anda yang sedang mencari kira-kira bisnis apa yang cocok bagi anda. Usaha bubur ayam untuk saat ini mungkin biasa-biasa saja. Namun jika kita memang ingin membuka usaha ini, tidak ada salahnya jika kita coba membuka usaha bubur ayam yang unik dan menarik.
Tentunya dengan usaha bubur yang lebih unik dan menarik seperti ini sedikit banyak akan menambah daya tarik para konsumen. Berikut ini cara-cara memulai usaha bubur ayam diantaranya :

1. Kemampuan dalam mengolah bubur
Hal ini merupakan hal yang paling terpenting dalam merintis usaha bubur. Pasalnya jika kita tidak tahu cara mengolahnya, lantas bagaimana nantinya kita akan menjalankan usaha tersebut. Selain itu juga, keterampilan dalam memilih bahan-bahan untuk mengolah bubur juga sangat penting. Kita tentunya bisa mencoba berbagai macam resep olahan bubur yang paling baik.
2. Jangan terburu-buru memasarkan bubur kita
Saat kita sudah bisa mengolahnya, ada baiknya jika kita tidak terburu-buru memasarkan bubur kita. Lebih baik pertama-tama kita mencoba menyajikannya pada sanak saudara serta tetangga. Nantinya mintalah kritik dan saran dari orang-orang yang telah mencicipi hasil olahan bubur kita.
3. Peralatan serta perlengkapan harus matang
Hal ini sangat penting sebelum kita membuka usaha ini. Perisapkan dengan matang peralatan serta perlengkapan yang diperlukan nantinya dalam menjalankan bisnis ini. Dan tentunya jangan lupa juga untuk mensurvei lokasi yang akan kita tempati untuk membuka usaha bubur.
Dalam menjalankan bisnis ini, mungkin ada beberapa hambatan yang akan kita hadapi. Berikut ini ada beberapa strategi dalam menghadapi hambatan yang terjadi.

1. Kompetitor
Sebisa mungkin kita harus meminimalisir tempat usaha kita jauh dari para pesaing yang juga membuka usaha sejenis.
2. Menjaga Kebersihan
Usaha bubur ayam merupakan salah satu usaha kuliner. Oleh sebab itu faktor kebersihan sangat penting.
3. Promo
Ada baiknya jika kita mempromosikan usaha bubur kita kepada orang-orang disekitar kita. Karena kita tahu jika usaha kuliner sangat bermacam-macam, karena itu kita harus mampu memikat hati para konsumen.
Langganan:
Postingan (Atom)